"Iran memegang kendali atas Selat Hormuz dan kecil kemungkinan mereka akan melepaskan kendali tersebut," ujar Hynes.
Secara keseluruhan, kata Hynes, aliran minyak yang melalui Selat Hormuz saat ini beroperasi di bawah 60 persen dari kapasitasnya.
Tingginya risiko berlayar di Selat Hormuz tersebut sejalan dengan insiden terbaru di rute pelayaran tersebut.
Pada Kamis, otoritas Iran menyatakan terdapat tiga kapal tanker yang menjadi target serangan di Selat Hormuz.
Data dari badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, juga mengonfirmasi intensitas serangan terhadap kapal-kapal di perairan tersebut masih terjadi pada tingkat yang hampir memecahkan rekor.