Purbaya juga mengaku belum ada keputusan untuk membatasi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Ia juga mengaku akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah.

"Kita waspadai terus perkembangannya, jangan sampai naik lebih tinggi lagi," jelasnya.

Purbaya menambahkan, asumsi defisit APBN 2,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam kisaran rata-rata harga minyak dunia di level US$ 100 per barel. Di samping itu, harga minyak dunia yang dibayar pemerintah juga masih di bawah US$ 90 per barel.