NADIKABAR.COM — Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 1 persen pada perdagangan awal Kamis (5/11). Pelemahan ini didorong oleh ekspektasi pasar akan kekalahan Partai Republik pimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam Pemilu sela AS.

Kekalahan Partai Republik diharapkan akan menekan eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 97 sen atau 1,03 persen menjadi US$93,65 per barel pada pukul 02.11 GMT atau 09.11 WIB. Sementara itu, minyak mentah berjangka US West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,14 atau 1,29 persen ke level US$86,98 per barel.

Imbas kekalahan partainya, Trump kini harus berhadapan dengan Kongres yang dikuasai oleh Partai Demokrat. Dengan posisi yang kini melemah itu, opsi militer Negeri Paman Sam diproyeksikan akan lebih terbatas.

Dua sumber Reuters yang dekat dengan lingkaran pemerintahan negara-negara Teluk pada Rabu (4/11) mengungkap dinamika politik ini memberikan dorongan lebih besar bagi Trump untuk mencari kesepakatan damai.

Menurut sumber tersebut, kemungkinan serangan skala penuh terhadap Iran kini tampaknya makin kecil.

Potensi resolusi konflik ini diyakini mampu memulihkan aliran pasokan minyak dari Timur Tengah.

Merespons proyeksi tersebut, Analis Minyak Senior Sparta Commodities June Goh menilai pasar saat ini tengah menakar ulang langkah pemerintahan AS ke depan.