"Pasar sedang menakar dampak pemilu paruh waktu (midterm elections) terhadap langkah Trump selanjutnya terkait perang Iran dan memperhitungkan peluang yang lebih besar bagi berakhirnya perang tersebut," ujar June Goh.
Kendati demikian, ia mengingatkan volatilitas harga masih akan membayangi ke depannya. Sebab, jalan menuju diplomasi penuh masih sarat ketidakpastian, sedangkan cadangan strategis global sudah sangat menipis.
Sejalan dengan ekspektasi meredanya ketegangan, indikator pasokan fisik mulai menunjukkan tren pemulihan.
Sejumlah analis melaporkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz telah pulih mendekati tingkat sebelum perang, meskipun dibarengi dengan biaya operasional yang lebih tinggi.
Kembali normalnya pasokan dari kawasan Teluk tersebut praktis mendorong pasar minyak global kembali mengalami surplus.
Dalam catatan yang dirilis pada Rabu, JPMorgan memperkirakan pasar mencatat surplus pasokan sebesar 1,1 juta barel per hari (bph) pada September.
Angka tersebut kian melebar menjadi 1,4 juta bph pada Oktober, yang hampir menyamai rata-rata surplus tahun lalu sebesar 1,3 juta bph.