Kenaikan harga singkong juga dilaporkan terjadi di Lampung, salah satu sentra produksi komoditas tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima Amran, harga singkong di daerah itu telah mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram.

Bahkan, saat berdialog dengan petani di Pringsewu, Minggu (25/10), Amran menerima laporan harga singkong di tingkat petani mencapai Rp3.050 per kilogram.

"Kesimpulannya, petani diuntungkan. Petani untung, mereka berproduksi," tegasnya.

Pemerintah kini berupaya melanjutkan perbaikan harga tersebut dengan membuka peluang ekspor. Amran mengatakan ekspor singkong dalam bentuk tepung mocaf diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat.

"Bahkan minggu depan, insyaallah, ekspor ke luar negeri. Dari yang sebelumnya banyak impor, dalam waktu singkat kita berharap bisa menjadi ekspor," ungkap Amran.

Mocaf merupakan tepung berbahan dasar singkong yang diolah melalui proses modifikasi karakteristik tepung sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Pengembangan produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual singkong dibandingkan jika hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi singkong nasional. Melalui pengolahan di dalam negeri, singkong berpeluang memiliki nilai tambah lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, serta akses ke pasar yang lebih luas.