Pengembangan industri mocaf juga berpotensi memperkuat hubungan antara petani, industri pengolahan, dan pasar ekspor. Namun, keberlanjutan usaha tersebut membutuhkan pasokan bahan baku yang terjaga, standar mutu produk yang sesuai, kapasitas produksi yang memadai, serta kepastian penyerapan hasil panen.

Jika industri pengolahan berkembang, permintaan terhadap singkong lokal diharapkan ikut meningkat. Kondisi itu berpotensi menciptakan pasar yang lebih stabil bagi petani, mendorong produktivitas, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di wilayah sentra produksi.

Dukungan terhadap perbaikan usaha tani juga disampaikan petani singkong di Lampung. Dalam dialog bersama Amran di Pringsewu, petani mengapresiasi kenaikan harga singkong, penurunan harga pupuk, serta peningkatan produksi.

"Terima kasih, Pak Prabowo, atas bantuan untuk petani singkong. Sekarang harga singkong Rp3.050. Pupuk turun, produksi meningkat, alhamdulillah. Terima kasih, Pak Menteri," ujar salah seorang petani.

Amran menegaskan kebijakan pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama melalui harga jual yang layak dan peluang pasar berkelanjutan. Harga yang lebih baik diharapkan menjadi insentif bagi petani untuk terus berproduksi sekaligus memperkuat kontribusi singkong terhadap perekonomian perdesaan.

Ke depan, pemerintah mendorong momentum kenaikan harga singkong dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat hilirisasi, dan memperluas akses pasar.

Pengembangan mocaf sebagai produk ekspor diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan nilai tambah singkong, memperkuat industri pengolahan dalam negeri, dan memperbesar manfaat ekonomi bagi petani.