NADIKABAR.COM — PHP oleh PHP kalau mau minta libur akhir pekan ini. PHP yang pertama artinya Pemberi Harapan Palsu. PHP yang kedua artinya Personal Home Page/Hypertext PreProcessor. Inilah kehebohan yang terjadi saat ini.

Kita semua tahu Microsoft Windows mendominasi pasar komputer dunia hingga lebih dari 70%. Kita mempercayainya karena setiap hari kita melihat logonya-mulai dari laptop di meja kerja, komputer kasir di toko tempat Anda belanja, hingga layar ATM.

Namun, ada satu raksasa digital yang tidak pernah Anda lihat, tetapi diam-diam menguasai aktivitas internet kita sehari-hari: PHP (Personal Home Page/PHP:Hypertext PrProcessor). Jika Windows adalah raja yang tampak di layar monitor komputer, maka PHP adalah penguasa tak terlihat di balik layar layanan internet dan intranet.

Temuan PHP2Shell merupakan salah satu peristiwa bersejarah di dunia keamanan siber. Untuk pertama kalinya, model kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut (Frontier AI) berhasil membongkar celah keamanan kritis yang tersembunyi selama lebih dari 10 tahun di dalam inti (core engine) bahasa pemrograman PHP dan sangat sulit ditemukan oleh manusia tantangan kerumitan dan waktu sangat panjang yang dibutuhkan.

Celah ini mencakup kerentanan dengan tingkat bahaya tertinggi Critical Severity 9,2 dari 10. Dengan identifikasi CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Kerentanan ini memungkinkan peretas mengambil alih server (RCE Remote Code Execution) dan lebih parahnya lagi, peretas bahkan tidak memiliki akun atau login ke sistem untuk melakukan peretasan.