Jika situs web diibaratkan sebagai sebuah gedung layanan, PHP adalah ruang mesin sekaligus dapur pengolah data di dalamnya. Rangkaian celah keamanan kritis yang dijuluki PHP2Shell ini memungkinkan peretas mengambil alih ruang mesin tersebut melalui dua celah mematikan:

Yang membuat PHP2Shell sangat berbahaya adalah peretas tidak membutuhkan nama pengguna (username) maupun kata sandi (password) untuk melancarkan aksinya. Cukup dengan mengirimkan pemicu error dari luar situs web, peretas dapat langsung menguasai sistem utama dalam sekejap.

Kerentanan PHP2Shell bawaan core engine PHP ini berdampak pada hampir semua versi PHP. Semua versi PHP 5.x, 7.x, 8.0 dan 8.1 bawaan awal adalah versi yang paling rentan karena sudah tidak mendapatkan patch resmi otomatis karena produknya sudah End of Life.

Versi PHP yang rentan dan harus segera di patch adalah versi PHP 8.2.34 , 8.3.35, 8.4.26, 8.5.11 dan versi sebelumnya. PHP yang sudah di-patch adalah versi 8.2.35, 8.3.36, 8.4.27 dan 8.5.12.

Meskipun PHP mendominasi situs web di internet, jumlah sistem yang bekerja di belakang layar sebenarnya jauh lebih banyak. Faktanya, satu situs web publik biasanya didukung oleh minimal 4 sistem internal yang saling terhubung di jaringan komputer kantor (intranet). Di sistem internal inilah PHP versi jadul (versi 5 dan 7) paling banyak digunakan. Perusahaan sengaja tidak memperbarui sistem di dalam ini karena kinerjanya sudah stabil dan aman dari gangguan luar, sehingga mereka tidak mau mengambil risiko sistem tersebut menjadi error jika di-update.