Hashim juga menyebut pengumuman MSCI dapat memicu aksi jual investor asing di pasar modal Indonesia. Imbas kondisi tersebut, dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menyentuh level Rp 20.000 hingga Rp 22.000.

"Saya kira ini nanti yang jadi korban adalah 32.700.000 kawan-kawan kita saudara-saudara kita. Saya maaf, saya mau terus terang saja. Tapi ini masalah amat sangat serius. Jangan sampai rupiah jadi 21.000-22.000. Ini jadi punya dampak politik yang luar biasa negatif," pungkasnya.