NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, meminta anggota Kadin menghentikan praktik goreng saham. Hal ini menyusul ancaman reklasifikasi status RI di indeks MSCI imbas indikasi praktik goreng saham di pasar modal domestik.
"Saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan-kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat praktik goreng-gorengan segera dihentikan," ungkap Hashim dalam sambutannya di acara Rapimnas Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Hashim menegaskan, pemerintah akan menindak tegas segala bentuk goreng saham yang terjadi di pasar modal Indonesia. Ia mengatakan, penegakan hukum telah dilakukan oleh Turki beberapa waktu lalu.
Dalam penindakan saham gorengan, terang Hashim, kepolisian Turki telah menindak 94 pelaku. Ia mengingatkan agar kejadian tersebut tidak terjadi di Indonesia.
"Pemerintah sudah akan berkehendak untuk tindak tegas, tindak tegas. Kemarin ada kejadian serupa di Turkiye. Di Turkiye ada masalah yang sama. Kemarin sudah tercatat 94 pelaku di Turkiye sudah ditangkap oleh polisi Turkiye. Jangan sampai ini terjadi di Indonesia," tegasnya.
Hashim mengatakan, praktik goreng saham akan mengorbankan 32,7 juta investor di pasar modal RI. Selain itu, goreng saham ini juga turut disoroti lembaga penyedia indeks global seperti MSCI dan investor global.
Hashim juga menyebut pengumuman MSCI dapat memicu aksi jual investor asing di pasar modal Indonesia. Imbas kondisi tersebut, dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menyentuh level Rp 20.000 hingga Rp 22.000.
"Saya kira ini nanti yang jadi korban adalah 32.700.000 kawan-kawan kita saudara-saudara kita. Saya maaf, saya mau terus terang saja. Tapi ini masalah amat sangat serius. Jangan sampai rupiah jadi 21.000-22.000. Ini jadi punya dampak politik yang luar biasa negatif," pungkasnya.