"Selisihnya antara 18% dan 12% itu adalah 6%. 6% dari yang tercatat adalah Rp 15.000 triliun, 6% itu adalah berapa? Sorry, Rp 25.000 triliun, 6% itu berapa? Rp 1.500 triliun, bukan? Ini sebetulnya kita terima tiap tahun tambahan Rp 1.500 triliun kalau kita seperti Kamboja," jelas Hashim.

Padahal, lanjut Hashim, secara kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), Indonesia tidak kalah saing dengan Kamboja. Ia menyebut seharusnya rasio penerimaan negara Indonesia bisa mencapai 18%.