Ia mengakui kehilangan potensi ini tak lepas dari masih lemahnya aparat penegak hukum (APH) di lapangan. Hashim meyakini APBN seharusnya bisa surplus jika APH bekerja secara optimal. Defisit APBN berada di kisaran hingga Rp 600 triliun.

"Kita sekarang kurang pungut Rp 1.500 triliun. Nah, defisit APBN kita, harusnya, kan Rp 500 triliun kalau tidak salah. Rp 500-600 triliun. Kalau aparatur kita pajak dan bea cukai bekerja semestinya, seharusnya seperti orang Kamboja. Kita surplus tahun ini Rp 900 triliun," jelasnya