Untuk memenuhi persyaratan pasar internasional, petani didorong menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), termasuk pengelolaan budidaya yang baik, penggunaan pestisida secara tepat, dan pengendalian residu sesuai ketentuan negara tujuan ekspor.

Penerapan sorting and grading juga menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi mutu. Kubis yang dikembangkan untuk pasar ekspor ditargetkan memiliki bobot antara 1,5 hingga 2,5 kilogram per knop, sesuai dengan spesifikasi dan permintaan calon pembeli.

Di sisi kelembagaan, pemerintah daerah memperkuat peran kelompok tani dan koperasi untuk mendukung konsolidasi produksi, kontinuitas pasokan, serta peningkatan posisi tawar petani dalam rantai pemasaran.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menegaskan bahwa pengembangan kubis di Kabupaten Dairi merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi hortikultura berbasis kawasan dan meningkatkan nilai tambah produk petani.

"Program HDDAP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong penguatan rantai nilai hortikultura dari hulu hingga hilir. Kabupaten Dairi memiliki potensi pengembangan kubis yang perlu dioptimalkan melalui penerapan praktik budidaya yang baik, peningkatan kualitas pascapanen, dan penguatan akses pasar. Kami ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan petani mampu memenuhi persyaratan mutu dan memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional," ujar Freddy dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).

Freddy mengatakan pengembangan orientasi ekspor perlu didukung perencanaan produksi yang terukur, kelembagaan petani yang kuat, serta kemitraan berkelanjutan dengan pelaku usaha.

"Akses pasar ekspor harus dibangun melalui kesiapan produksi, konsistensi mutu, dan kepastian pasokan. Karena itu, pendampingan melalui HDDAP diarahkan untuk memperkuat kapasitas petani dan kelembagaan, sehingga peluang pasar yang terbuka dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi petani kubis di Dairi," sambungnya.

Doktor jebolan Universitas ternama di Jepang itu tak menampik, jika penguatan rantai pasok dan peningkatan kapasitas petani menjadi bagian penting dalam membangun sistem hilirisasi hortikultura yang berorientasi pada mutu dan kebutuhan pasar.

HDDAP Dorong Modernisasi Pertanian di Kabupaten Dairi

Pengembangan kubis Dairi mendapat dukungan melalui sinergi antara Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian melalui program HDDAP.

Program HDDAP merupakan upaya pengembangan hortikultura di wilayah lahan kering yang diarahkan untuk memperkuat modernisasi pertanian, meningkatkan sarana dan prasarana pendukung, memperbaiki penanganan pascapanen, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan rantai pasok.