"Sekarang tantangannya adalah kualitas pertumbuhan. Setiap rupiah belanja pemerintah harus menghasilkan efek berganda yang semakin besar kepada ekonomi. Pengusaha nasional, UMKM, industri dalam negeri dan tenaga kerja lokal harus semakin banyak menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang diciptakan APBN," ujarnya.

HIPMI juga menilai kesinambungan kebijakan menjadi penting di tengah ketidakpastian global. Pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan diharapkan dapat membuat proses transisi berjalan cepat tanpa mengganggu agenda ekonomi pemerintah.

Jona menambahkan, koordinasi kebijakan fiskal, moneter, investasi dan sektor riil perlu semakin diperkuat agar pertumbuhan tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah.