NADIKABAR.COM β€” Anggota Dewan Pakar Kelompok Kerja Pengembangan Budi Daya Udang Berkelanjutan Hasanuddin Atjo mengatakan harga pokok produksi (HPP) udang Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Ekuador sehingga menjadi tantangan bagi daya saing di pasar global.

Ekuador merupakan produsen dan eksportir udang terbesar di dunia berdasarkan volume.

Hasanuddin, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kami, menyebut HPP udang Indonesia berada pada kisaran 3,1-4,1 dolar AS per kilogram, sedangkan HPP udang Ekuador sekitar 2,6-3,1 dolar AS per kilogram.

Menurut dia, pakan menjadi komponen terbesar dalam struktur HPP budi daya udang Indonesia, dengan kontribusi sekitar 62 persen.

Ia menilai upaya menekan biaya pakan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat daya saing udang Indonesia.

Hasanuddin mencontohkan Ekuador yang mampu menekan HPP melalui pengembangan teknologi budi daya, perbaikan genetik, penguatan biosekuriti, pengembangan nursery, pengelolaan kualitas air, hingga pemanfaatan teknologi sensor dan Internet of Things (IoT).

β€œIni menjadi tantangan kita. Kita harus ingat bahwa mereka (Ekuador) adalah (petambak) tradisional. Mungkin ini juga menjadi catatan kita bagaimana kita bisa membangun HPP yang lebih bagus agar bisa bersaing di pasar global,” katanya.

Hasanuddin menyebut Indonesia memiliki sekitar 303.000 hektare tambak udang, dengan sekitar 80 persen merupakan tambak tradisional, 15 persen semiintensif, 3 persen intensif, dan sisanya supraintensif.

Ia mengatakan pengembangan teknologi tidak harus diarahkan pada sistem budi daya intensif dan supraintensif saja.

Indonesia juga, menurutnya, perlu meningkatkan produktivitas tambak tradisional dan semiintensif karena sekitar 80 persen tambak nasional masih menggunakan teknologi tradisional.

Adapun perdagangan udang global terus tumbuh dengan volume ekspor mencapai 3,97 juta ton pada 2025.

Ekuador menjadi eksportir terbesar dengan volume 1,41 juta ton, disusul India 804,20 ribu ton dan Vietnam 335,28 ribu ton.

Sementara itu, volume ekspor udang Indonesia pada 2025 mencapai 218,87 ribu ton dengan nilai 1,86 miliar dolar AS, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan.