Menurut Fawcett Society, praktik tersebut membuat besaran gaji lebih ditentukan oleh nilai yang dianggap melekat pada seseorang dan kemampuan negosiasinya, bukan berdasarkan keterampilan, pengalaman, serta kinerja.
Konfederasi Perekrutan dan Ketenagakerjaan mendukung langkah tersebut, dan mendesak para perekrut untuk tidak menanyakan perihal gaji. Kemudian dalam aturan baru yang diterapkan di seluruh Uni Eropa, terdapat larangan bagi perusahaan menanyakan riwayat gaji.
Namun hal itu tidak tercantum dalam rencana Kantor Kabinet di Inggris, yang justru berfokus pada anjuran kepada perusahaan untuk mempublikasikan informasi gaji dalam iklan lowongan kerja.
Pelamar kerja sejatinya diperbolehkan menjawab riwayat gaji jika merasa nyaman dengan pertanyaan tersebut. Di London, banyak pihak juga yang sengaja melebih-lebihkan riwayat gaji untuk mendapatkan bayaran lebih tinggi di pekerjaan berikutnya.