BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di sejumlah daerah, termasuk Papua Selatan pada periode tersebut. Meski demikian, secara umum curah hujan dasarian I-II November 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0-150 mm per dasarian. Hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih mungkin terjadi secara lokal.

Di tengah potensi hujan lebat tersebut, ancaman kebakaran hutan dan lahan juga belum sepenuhnya berakhir. BMKG mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi paling banyak terdeteksi di Papua Selatan sebanyak 615 titik, Kalimantan Tengah 255 titik, dan Kalimantan Timur 223 titik.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian wilayah masih mengalami hari tanpa hujan dalam durasi panjang. Vegetasi dan lahan yang mengering dapat meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran, terutama apabila terdapat aktivitas pembakaran terbuka.

BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air, menghindari pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, khususnya di kawasan gambut, semak belukar, dan hutan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api.

Dengan demikian, masyarakat perlu memperhatikan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Hujan ekstrem di satu daerah tidak serta-merta menghilangkan risiko kekeringan dan karhutla di daerah lainnya. Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini BMKG menjadi penting untuk mengantisipasi kedua ancaman tersebut.