NADIKABAR.COM — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus berupaya berkontribusi dalam penanganan tanggap darurat infrastruktur jalan nasional yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Penanganan dilakukan pada sejumlah titik longsor dan jembatan melalui pekerjaan perkuatan lereng, badan jalan, serta struktur pendukung lainnya guna mendukung pemulihan konektivitas dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.

Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan bahwa penanganan infrastruktur jalan pascabencana merupakan bagian dari upaya perseroan dalam mendukung pemulihan konektivitas dan aktivitas masyarakat.

"Penanganan infrastruktur jalan yang terdampak bencana membutuhkan pelaksanaan pekerjaan yang terukur dan sesuai dengan kondisi lapangan. Hutama Karya terus melaksanakan penanganan pada titik-titik terdampak dengan mengedepankan kualitas pekerjaan dan keselamatan, sehingga infrastruktur dapat kembali berfungsi dan mendukung mobilitas serta aktivitas masyarakat," kata Hamdani dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Dia mengatakan penanganan tersebut mencakup tiga ruas jalan nasional, yakni ruas SP Uning-Bts. Gayo Lues (PPK 3.3), ruas Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejeren (PPK 3.4), serta ruas Bts. Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane (PPK 3.5). Pelaksanaan pekerjaan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan teknis penanganan pada masing-masing titik yang terdampak bencana.

Pada ruas SP Uning-Bts. Gayo Lues (PPK 3.3), Hutama Karya menangani 28 titik sepanjang 82,4 kilometer, yang terdiri atas 24 titik longsor dan empat titik jembatan. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan dinding penahan tanah (DPT), pemasangan blok beton, pekerjaan bore pile dan shotcrete, serta penanganan jembatan. Rangkaian pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperkuat lereng dan badan jalan pada lokasi terdampak sekaligus mendukung pemulihan fungsi ruas jalan.

Berdasarkan pembaruan progres proyek Oktober 2026, progres fisik pada ruas PPK 3.3 mencapai 78%. Pekerjaan pada ruas ini dimulai pada 5 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.