Selanjutnya, pada ruas Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues-Blangkejeren (PPK 3.4), Hutama Karya menangani 23 titik terdampak pada ruas jalan sepanjang 123 kilometer, dengan panjang penanganan efektif 2,7 kilometer.
"Penanganan mencakup tujuh titik longsor dan satu jembatan pada ruas N22 Aceh Tengah-Blangkejeren, serta 15 titik longsor pada ruas N23 Blangkejeren-Aceh Tenggara," tuturnya.
Pekerjaan pada ruas tersebut meliputi pemasangan precast buis beton, beton siklop, dinding penahan beton, shotcrete, serta timbunan pilihan. Penanganan ini dilakukan untuk memperkuat dan meningkatkan stabilitas badan jalan pada titik terdampak sehingga dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
"Progres fisik pada ruas PPK 3.4 mencapai 73%. Pekerjaan dimulai pada 6 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026," jelasnya.
Sementara itu, pada ruas Bts. Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane (PPK 3.5), penanganan dilakukan pada enam titik yang terdiri atas dua jembatan dan empat titik longsor, dengan total panjang penanganan sekitar 3,77 kilometer. Sejumlah lokasi penanganan meliputi kawasan Ketambe, Kafetingir, Bener Berpapah, serta Jembatan Penanggalan dan Jembatan Mengkudu.