Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan drainase dan box culvert, pekerjaan tanah, perkerasan jalan, struktur penahan tanah berupa DPT dan bore pile, serta pembangunan jembatan rangka baja. Pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur jalan dan stabilitas lereng sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur pada titik terdampak.

"Progres fisik pada ruas PPK 3.5 mencapai 84%. Pekerjaan dimulai pada 5 Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026," ungkapnya.

Melalui penanganan pada ketiga ruas tersebut, Hutama Karya mendukung upaya pemulihan fungsi infrastruktur jalan nasional pascabencana. Pemulihan infrastruktur diharapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, serta aktivitas sosial dan ekonomi antarkawasan di Provinsi Aceh.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh, PPK terkait, serta konsultan pengawas sesuai dengan lingkup pekerjaan masing-masing. Penanganan dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi lapangan, kebutuhan teknis, kualitas pekerjaan, dan aspek keselamatan.

"Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Hutama Karya dalam mendukung pembangunan dan pemulihan infrastruktur nasional, termasuk penguatan konektivitas antardaerah serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah terdampak bencana," tutupnya.