NADIKABAR.COM — Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia (BI) bersama mitra strategis turut mendukung promosi produk kopi unggulan dari 20 UMKM binaan, sekaligus memfasilitasi perluasan jejaring bisnis dengan pelaku industri kopi Jepang.
SCAJ 2026 juga menghasilkan penandatanganan empatLetter of Intent(LoI) sebagai langkah awal penjajakan kerja sama perdagangan dan pengembangan pasar kopi Indonesia. Selain itu, peluncuran situs web IHoB Jepang oleh Deputi Gubernur BI bersamaDeputy Chief of Mission(DCM) KBRI Tokyo menjadi salah satu upaya memperkuat akses informasi dan konektivitas bisnis antara produsen kopi Indonesia dan calon pembeli di Jepang.
Salah satu mitra strategis yang mendukung penguatan ekosistem ekspor tersebut adalah Euki Nusantara, yang berperan sebagai IHoB Osaka.Euki Nusantara, yang didirikan olehYuki Onishi, merupakan pelaku usaha yang bergerak dalam produksi, perdagangan, dan ekspor kopi serta kakao Indonesia dengan jaringan pembeli di berbagai wilayah Jepang.
IHoB Osaka secara resmi diluncurkan oleh BI Tokyo bersama Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) pada SCAJ 2025 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar produk unggulan Indonesia melalui kemitraan dengan pelaku usaha lokal.
Dengan basis kegiatan di Osaka, IHoB Osaka memiliki peran strategis sebagaifrontlinedalam menghubungkan produsen dan eksportir Indonesia dengan pelaku industri kopi dan kakao Jepang, khususnya di kawasan Kansai.
Keberadaan IHoB Osaka diarahkan untuk memperkuat kesinambungan antara promosi produk, pengembangan jejaring bisnis, dan realisasi peluang ekspor kopi serta kakao Indonesia.
Melalui jaringan bisnis yang dimiliki Euki Nusantara, IHoB Osaka mendukung pengenalan produk kepada calon pembeli potensial, termasukroaster, importir, distributor, dan pemilikcoffee shopdi Jepang.
Peran tersebut juga mencakup fasilitasi penjajakan kerja sama, pertukaran informasi mengenai karakteristik permintaan pasar, serta identifikasi peluang pengembangan produk yang sesuai dengan preferensi konsumen Jepang.
Dengan demikian, IHoB Osaka tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai penghubung bisnis yang mendukung pembentukan hubungan perdagangan jangka panjang antara produsen Indonesia dan mitra usaha Jepang.