Internasional Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia pada 12-18 Oktober juga menjadi salah satu katalis pergerakan indeks siang ini. Investor disebut mencermati prospek ekonomi global, stabilitas keuangan, dan respons kebijakan terhadap kenaikan biaya energi dan risiko geopolitik.
Kemudian oada 14-16 Oktober, pejabat The Fed akan mengumumkan arah kebijakan suku bunga setelah rilis data inflasi. Dolar AS yang bertahan dekat level tertinggi 18 bulan masih menjadi risiko bagi rupiah dan aliran dana asing.
Sementara berdasarkan catatan Mirae Asset Sekuritas, terdapat sejumlah saham konglomerat yang membebani pergerakan IHSG hingga siang hari ini. Di antaranya adalah CUAN (-9,1%), PTRO (-8,8%), hingga DSSA (-8,4%).