NADIKABAR.COM — Para ilmuwan China mengembangkan cara tak biasa untuk menyelamatkan gletser dari ancaman pemanasan global, yakni menutup permukaan es dengan semacam 'selimut' berbahan nanofilm yang dirancang untuk memantulkan sinar Matahari dan mengurangi panas.

Hasil eksperimen di Gletser Dagu, Provinsi Sichuan, China, menunjukkan teknologi tersebut mampu mengurangi pencairan es lebih dari 80% pada area yang ditutupi. Bahkan, permukaan es di beberapa bagian area eksperimen tercatat bertambah tinggi sekitar 10 sentimeter selama enam tahun.

Dikutip dari Global Times, penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah perlindungan langsung pada permukaan gletser dapat membantu memperlambat kehilangan es di tengah meningkatnya suhu global. Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa metode ini bukan pengganti upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Eksperimen ini melibatkan tim peneliti dari Nanjing University dan peneliti Wang Feiteng dari Northwest Institute of Eco-Environment and Resources, Chinese Academy of Sciences.

Mereka memilih Gletser Nomor 17 di kawasan Gletser Dagu sebagai lokasi penelitian. Gletser tersebut memiliki luas sekitar 0,17 kilometer persegi dan merupakan gletser individual terbesar di kawasan itu.

Sejak 2022, tim Nanjing University telah memasang nanofilm dengan luas total hampir 10.000 meter persegi pada permukaan gletser tersebut. Material dipasang setiap tahun sebelum periode utama pencairan musim panas dimulai pada Mei. Lapisan pelindung itu kemudian diangkat seluruhnya sebelum musim salju tiba pada akhir September.

Zhuang Lichao, peneliti pascadoktoral di School of Energy and Resources, Nanjing University, menjelaskan prinsip eksperimen tersebut menggunakan analogi sederhana.