"Prinsip eksperimen 'selimut' ini mirip dengan menutupi es lilin menggunakan selimut di dalam freezer agar tidak mencair," kata Zhuang.
Secara ilmiah, lapisan tersebut membantu mengisolasi permukaan es sekaligus memantulkan sebagian radiasi Matahari. Dengan demikian, energi Matahari yang langsung mencapai permukaan gletser dapat dikurangi. Material itu juga mengurangi pengaruh pertukaran panas turbulen antara permukaan es dan udara di dekatnya. Kombinasi mekanisme tersebut membantu memperlambat proses pencairan.
Hasil pengukuran tim peneliti menunjukkan bahwa lapisan nanofilm mampu mengurangi pencairan lebih dari 80% pada area yang ditutupi. Di beberapa bagian area eksperimen, permukaan gletser bahkan tercatat bertambah tinggi sekitar 10 cm selama enam tahun.
Memang, penambahan tinggi tersebut bukan berarti seluruh gletser bertambah tebal. Temuan itu merujuk pada bagian tertentu di area penelitian, sehingga tidak dapat langsung digeneralisasi untuk keseluruhan Gletser Dagu.
Meski demikian, hasil tersebut menunjukkan bahwa perlindungan fisik pada permukaan es berpotensi membantu mengurangi kehilangan massa gletser dalam kondisi lingkungan tertentu.
Material yang digunakan juga diklaim dapat terurai secara biologis dan tidak menyebabkan pencemaran. Zhuang menambahkan bahwa sebagian material dapat dikumpulkan kembali dan digunakan ulang setelah eksperimen.