Aspek lingkungan ini penting karena intervensi langsung pada gletser berisiko menimbulkan masalah baru jika bahan pelindung meninggalkan residu atau mencemari ekosistem sekitarnya.

Upaya menutup permukaan es untuk mengurangi pencairan sebenarnya bukan hal baru. Pada 2020, tim Wang Feiteng telah menguji penggunaan kain geotekstil putih untuk melindungi es. Metode tersebut terinspirasi dari teknik penyimpanan salju dan pelestarian es yang digunakan dalam persiapan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Dalam eksperimen sebelumnya, kain geotekstil dilaporkan mampu mengurangi kehilangan es akibat pencairan hingga sekitar 70% di area yang dilindungi. Lapisan es yang hilang akibat pencairan dapat berkurang hingga satu meter.

Nanofilm yang dikembangkan tim Nanjing University merupakan pengembangan lebih lanjut dari pendekatan tersebut. Wang mengatakan eksperimen dengan metode selimut terbukti efektif berkat karakteristik gletser dan kondisi geografis lokasi penelitian. Ia menilai material baru yang dikembangkan tim Nanjing University merupakan peningkatan dari pendekatan sebelumnya.

Peneliti di negara lain juga menguji teknik serupa. Di Swiss, misalnya, sejumlah eksperimen menggunakan selimut berbahan wol atau kain khusus untuk melindungi bagian gletser dari paparan sinar Matahari.

Namun, keberhasilan metode ini sangat bergantung pada kondisi setempat, termasuk ukuran gletser, akses menuju lokasi, cuaca, dan kemampuan material bertahan selama periode pencairan.