"Saya ingin menginformasikan bahwa semua orang yang teridentifikasi pernah melakukan kontak telah ditempatkan di bawah pengawasan medis. Hingga hari ini, tidak satu pun dari mereka menunjukkan tanda-tanda penyakit, dan hasil tes laboratorium menunjukkan hasil negatif," ujar Igor Kobzev, Gubernur Oblast Irkutsk, melalui platform Telegram.

Para pakar independen di Inggris menyatakan situasi ini sangat berbeda dengan COVID-19, pandemi pneumonia yang sempat menyerang di penghujung tahun 2019. Meskipun tetap patut diwaspadai, mereka menyarankan agar tidak perlu panik.

"Laporan dari Rusia mau tidak mau memicu perbandingan dengan COVID-19, tetapi penting untuk diingat bahwa wabah pneumonia adalah penyakit yang sangat berbeda," ujar Dr Simon Clarke, profesor madya mikrobiologi seluler di School of Biological Sciences, University of Reading, dalam sebuah pernyataan.

Berbeda dengan banyak penyakit pernapasan akibat virus, pes disebabkan oleh bakteri dan umumnya dapat diobati dengan antibiotik jika terdeteksi dengan cepat. Pes pun memiliki sejarah panjang dan masih ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Rusia.

"Akan tetapi, kondisi kehidupan yang dulu memicu penyebarannya kini sebagian besar sudah tidak ada lagi, antibiotik pun tersedia, sehingga potensi penyebarannya menjadi terbatas," tambah Profesor Ian Jones, profesor virologi yang juga berasal dari University of Reading.