Mengenai klaim tentang kemungkinan kebocoran laboratorium, Dr Clarke membenarkan peristiwa semacam itu memang bisa terjadi. Kendati demikian, sangat jarang. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada rincian yang lebih konkret.
"Salah satu klaim yang menarik perhatian adalah kemungkinan seorang pekerja laboratorium terinfeksi setelah memecahkan tabung reaksi di dalam laboratorium. Meskipun kejadian patogen lolos dari laboratorium bukan hal yang mustahil, diperlukan serangkaian kesalahan fatal agar seorang pekerja laboratorium bisa terinfeksi akibat tabung reaksi yang pecah," ujarnya.
Berdasarkan pengalamannya bekerja di laboratorium dengan tingkat keamanan tinggi, penanganan patogen berbahaya melibatkan berbagai lapisan perlindungan, prosedur ketat, lemari keamanan (safety cabinet), sistem aliran udara, serta langkah-langkah cermat yang dilakukan oleh staf terlatih. Dengan demikian, infeksi yang terjadi di lingkungan laboratorium adalah peristiwa langka.
"Dan pecahnya tabung reaksi tidak serta-merta menyebabkan paparan atau infeksi. Selain itu, kami juga jarang menggunakan tabung reaksi," imbuhnya.
Para ahli sepakat bahwa langkah selanjutnya memerlukan transparansi dari pihak Rusia. Demikian melansir IFLScience.