Menariknya, penelitian lanjutan terhadap parasit purba bahkan dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana organisme tersebut berevolusi selama ribuan tahun.
Kisah Lloyds Bank Coprolite tidak berhenti pada penemuan ilmiahnya.
Pada 2003, fosil langka tersebut dilaporkan terjatuh saat sebuah kunjungan dan pecah menjadi beberapa bagian.
Petugas konservasi kemudian berusaha menyatukan kembali pecahannya menggunakan perekat khusus.
Karena kondisinya yang rapuh, pemeriksaan fisik yang berpotensi merusak fosil kini sangat dibatasi.
Saat ini, Lloyds Bank Coprolite disimpan dan dipamerkan di JORVIK Viking Centre, York, Inggris.
Meski terlihat menjijikkan, fosil kotoran berusia 1.100 tahun tersebut menjadi bukti bahwa benda yang dianggap tidak berharga sekalipun dapat menyimpan informasi penting mengenai sejarah kehidupan manusia.