NADIKABAR.COM — Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita Vietnam bakal melampaui Indonesia pada 2026.
Dilansir Nikkei Asia, Jumat (30/1), IMF menaksir PDB per kapita Vietnam tahun ini tumbuh 8,9 persen ke US$5.259 atau sekitar Rp95,55 juta (asumsi kurs Rp18.170 per dolar AS). Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu.Perkiraan tersebut menempatkan PDB per kapita Vietnam di posisi ke-5 terbesar di negara ASEAN. Besarannya juga di atas PDB per kapita Indonesia yang ditaksir US$5.153 (Rp93,62 juta).
Pesatnya laju PDB per kapita Vietnam tak lepas dari peran Negeri Naga Biru sebagai alternatif China dalam manufaktur berteknologi tinggi, termasuk semikonduktor dan elektronik.
"Investasi publik yang agresif dari pemerintah turut menopang pertumbuhan," ujar Peneliti Senior Institute for Developing Economies (Jepang) Mai Fujita seperti dikutip NikkeiAsia.
Tahun ini, pemerintah Vietnam menargetkan ekonomi melaju 10 persen. Untuk mendukung target tersebut, Vietnam diperkirakan akan mengalokasikan sekitar 1 triliun dong untuk investasi publik hingga tahun ini.
Saat ini, Pemerintah Vietnam tengah mengerjakan proyek pembangunan jalan, bandara, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya.
Vietnam juga menjadi negara tujuan investasi sejumlah perusahaan asing. Misalnya, produsen elektronik Taiwan Foxconn Electronics Group yang tengah memperluas kapasitas produksinya di Vietnam.
Perusahaan-perusahaan asal Korea, termasuk Samsung Electronics, juga memiliki pabrik di Vietnam yang memproduksi ponsel pintar hingga berbagai perangkat elektronik lainnya untuk diekspor.
Tak ayal, ekspor Vietnam melonjak 25 persen (yoy) ke US$434,3 miliar hingga kuartal III 2026.
Sementara itu, IMF memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5 persen. Investasi baru yang masuk dinilai belum bisa mendongkrak lapangan kerja dan pendapatan yang cukup untuk penduduknya.
Selain itu, pelemahan kurs rupiah juga menahan laju nominal pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam denominasi dolar AS.
BPS mengartikan PDB per kapita sebagai nilai ekonomi suatu negara dibagi dengan jumlah seluruh penduduknya. PDB per kapita nominal dihitung berdasarkan harga yang berlaku pada tahun tersebut, tanpa penyesuaian terhadap inflasi.
Per 2025 lalu, BPS merilis PDB per kapita Indonesia sebesar Rp83,7 juta (US$ 5.083,4).