"Kalau untuk swasta enggak. Kalau swasta itu urusan mereka, tapi kalau yang selama ini dilakukan pengadaan oleh Pertamina itu lewat Lemigas," ujarΒ Bahlil dalam konferensi pers FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (28/10).
Ketua Umum Partai Golkar itu pun belum bisa mengungkap negara mana yang menjadi target Lemigas dalam mengimpor komoditas migas.
Ia menjelaskan saat ini masih dalam masa transisi setelah Perpres 107/2026 terbit. Oleh karena itu, pemerintah kini masih melakukan konsolidasi bersama Pertamina terkait dengan sistem baru ini.
"Saya pikir teknis ini masih masih dalam transisi ya. Perpres sudah keluar, butuh waktu transisi. Transisinya itu butuh waktu. Setelah kita melakukan konsolidasi dengan Pertamina, baru kita bisa implementasi karena tidak serta-merta langsung," ujar Bahlil.