Adapun kehadiran Lemigas dalam proses pengadaan diharapkan bisa memperkuat posisi tawar Indonesia serta menjadikan RI lebih fleksibel dalam memilih sumber energi.

Selama ini, Pertamina disebut kerap dihadapi tantangan ketika sedang melakukan proses pengadaan komoditas energi sekalipun sejatinya sudah memenangkan tender dengan harga lebih murah.

"Selama ini Pertamina melakukan proses B-to-B tendernya lama, dan dengan Perpres ini kita melakukan G-to-G dan G-to-B. Artinya, kita sekarang sudah bisa melakukan pilihan-pilihan negara-negara mana aja yang kita akan ambil," ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/10).