"Tiga fasilitas reaktor milik kita tersebut adalah bukti empiris bahwa penguasaan teknologi, budaya keselamatan, dan operasional reaktor nuklir dalam negeri telah teruji secara internasional," ungkap Ratih.
Ratih turut mengatakan kesiapan dari sisi infrastruktur riset, penguasaan teknologi dan SDM telah disiapkan oleh BRIN untuk mencapai target tersebut.
Menurut Ratih, kesiapan infrastruktur tersebut didukung oleh riset mendalam BRIN yang telah memetakan puluhan tapak potensial PLTN di Indonesia dari kacamata geologi, keekonomian, dan keselamatan.
Selain itu, BRIN juga telah mengoperasikan fasilitas pengelolaan limbah radioaktif sebagai jaminan perlindungan kelestarian lingkungan guna memastikan operasional yang aman di sisi hilir.
Sebagai pelengkap sekaligus fondasi utama operasi PLTN, BRIN menaruh perhatian sangat besar pada penyiapan ahli dan teknokrat nuklir.
"Inovasi teknologi setinggi apa pun tidak akan berjalan tanpa SDM yang andal dan berkelanjutan. Penyiapan SDM adalah prioritas terbesar kita saat ini," tutur Ratih.
Dalam pernyataan yang sama, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) Djarot Sulistio Winubroto menjelaskan pentingnya keseriusan dan aksi nyata kolaboratif lintas sektor guna mengejar target PLTN 2032.