Ia turut menyoroti bahwa iklim dukungan pemerintah saat ini jauh lebih solid dan HIMNI siap mendukung penuh langkah tersebut.
"Kami ingin serius hingga 2032, maka harus bergerak mulai sekarang. Tentu saja tidak hanya bergantung pada pemerintah saja, tetapi kita semua harus saling mendukung. Dalam hal ini, HIMNI akan siap sedia untuk bekerja sama, dan tugas kami adalah menyosialisasikan apa itu energi nuklir dan teknologi nuklir secara keseluruhan," ujar Djarot.
Djarot berharap kolaborasi ini mampu menghasilkan langkah yang konkret, terjangkau secara finansial dan sejalan dengan visi besar kemandirian energi nasional yang diusung oleh pemerintah.
"Target kita tidak hanya soal swasembada pangan saja, tapi bagaimana energi kita juga mandiri. Energi nuklir adalah salah satu opsi bagi Indonesia," pungkasnya
BRIN turut menggulirkan sejumlah inisiatif mulai dari peluncuran program beasiswa riset dan pendidikan teknik nuklir lintas universitas, hingga pendekatan edukasi kepada generasi muda melalui ajang Science Festival 2026.
Dalam memperkuat standar kepatuhan regulasi dan pengawasan, BRIN juga mengakselerasi kolaborasi global secara ekstensif dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta berbagai negara mitra.