Inggris merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Israel. Nilai perdagangan kedua negara mencapai 6 miliar poundsterling atau sekitar Rp 142,76 triliun (kurs Rp 23.793) pada 2025.
Meski sulit memastikan nilai barang yang berasal langsung dari permukiman, Inggris diperkirakan mengimpor barang senilai 38 juta poundsterling dari wilayah pendudukan tersebut sepanjang 2025.
Sejumlah produk yang banyak diimpor Inggris dari Israel tim redaksi lain batu dan logam mulia, peralatan teknis dan medis, plastik, mesin, serta produk pertanian seperti buah-buahan. Sebaliknya, Inggris mengekspor berbagai produk ke Israel, termasuk peralatan pertahanan seperti drone, helikopter, dan komponen pesawat.
Pada 2024, Inggris sempat menangguhkan sekitar 30 lisensi ekspor senjata karena tindakan Israel di Gaza, namun pengecualian diberikan untuk komponen pesawat tempur F-35, yang dapat diakses Israel melalui mitra lain seperti AS. Pada Mei 2025, Inggris juga menangguhkan negosiasi untuk memodernisasi perjanjian perdagangan agar mencakup perdagangan digital dan bidang lainnya.