Paparan informasi keliru lebih tinggi di Taiwan sebesar 55% dan Thailand mencapai 66,7%. Hoaks yang paling sering ditemukan berkaitan dengan dampak atau kerusakan akibat bencana.

Angkanya mencapai 64,2% di Jepang, 64,1% di Taiwan, dan 62,9% di Thailand. Temuan ini menunjukkan informasi yang cepat saja belum cukup, sumber dan kebenarannya juga harus diperiksa.

Survei ini menyoroti pentingnya mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata. Bagi masyarakat Indonesia, langkah dasarnya dapat dimulai dengan mengenali risiko bencana di tempat tinggal, menyiapkan persediaan darurat, serta menyepakati cara menghubungi keluarga ketika komunikasi terganggu.

Informasi bencana sebaiknya diperoleh dari lembaga resmi dan kanal pemerintah terkait. Pesan berantai, foto, atau video yang belum jelas waktu serta lokasinya perlu diperiksa sebelum dibagikan agar tidak menambah kepanikan.

LY Corporation menyediakan Line Safety Check di Jepang dan Taiwan untuk membantu pengguna mengabarkan kondisi dan lokasi mereka ketika terjadi bencana. Di Thailand, Line menjalankan kampanye kesiapsiagaan bersama lebih dari 15 organisasi pemerintah dan swasta.

Line Indonesia belum mengumumkan ketersediaan fitur Safety Check khusus untuk pengguna di Tanah Air dalam rilis tersebut. Namun hasil survei ini memperlihatkan bahwa platform digital dapat berperan dalam penyampaian informasi, pemeriksaan keselamatan, dan komunikasi keluarga saat bencana.