NADIKABAR.COM — Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendorong agar pengusaha daerah mendapat ruang lebih besar ketika investasi masuk ke berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo mengatakan, perkembangan investasi di daerah perlu diikuti dengan keterlibatan pelaku usaha setempat. Menurutnya, pengusaha lokal dapat mengambil peran dalam rantai pasok dari investasi yang masuk.

"Ketika investasi masuk ke daerah, pengusaha daerah jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus punya kesempatan menjadi supplier, vendor, distributor, mitra industri, bahkan berkembang menjadi pemain utama. Kalau investasi tumbuh dan pengusaha daerah ikut naik kelas, manfaat ekonominya akan jauh lebih luas," ujar Ade.

Ade mengatakan, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin tersebar ke berbagai daerah seiring berkembangnya investasi, hilirisasi industri, pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga ekonomi kreatif.

Karena itu, HIPMI mendorong pembaruan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) turut memperkuat representasi dunia usaha dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi hingga nasional.

Menurut Ade, kebutuhan pengusaha di setiap daerah berbeda sehingga aspirasi pelaku usaha lokal perlu mendapat ruang dalam kelembagaan dunia usaha.

### Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas