Ia juga membantah anggapan bahwa Iran menawarkan inspeksi fasilitas nuklir kepada badan pengawas nuklir PBB sebagai imbalan atas pencabutan sanksi AS. Ia menegaskan, Iran belum membahas isu nuklir secara langsung dengan Washington.

Dokumen tersebut menyebutkan adanya masa tujuh hari untuk membangun kepercayaan dan memperbaiki kesepakatan damai yang dibuat pada Juni lalu, termasuk soal program nuklir Iran. Menurut pejabat tersebut, Iran-AS tidak berbeda pendapat soal isi rencana, hanya saja kesepakatan terkait urutan langkah yang harus dilakukan yang menjadi perdebatan.