Berdasarkan analisis teknis, ketidaksesuaian ini mengindikasikan bahwa angka penayangan ini mungkin dihasilkan oleh permintaan yang dikirim ke situs web, baik oleh manusia maupun bot. Angka itu bukan mencerminkan jumlah orang yang benar-benar menonton video tiruan tersebut.

Saat ditanya mengenai asal-usul klaim angka 42 juta itu, Ariel Averbuch, seorang pengacara sekaligus tentara cadangan Israel yang membuat film baru tersebut, mengaku tidak tahu. Dia mengarahkan pertanyaan tersebut kepada tim teknisnya.

Lebih lanjut, Averbuch menggambarkan film ini sebagai sebuah 'langkah ofensif' yang bertujuan mengalihkan perhatian dunia dari tuduhan mengenai pembunuhan warga sipil oleh militer Israel. Bahkan, film jiplakan ini mengklaim bahwa Israel memiliki 'tentara paling bermoral di dunia'.

Sineas lain yang tercantum dalam situs web 'NAZA: The Real Story' adalah Roi Danino, seorang kandidat dari partai sayap kanan, Israel First.

Domain situs web tersebut didaftarkan pada 16 September, enam hari setelah penayangan perdana NAZA yang asli di Festival Film Internasional Venesia. Dalam festival tersebut, film itu memenangkan penghargaan khusus juri setelah mendapatkan tepuk tangan meriah yang tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah festival tersebut.