Akan tetapi ada fakta menarik. Pada awalnya, situs web itu secara keliru menampilkan diri sebagai halaman promosi untuk film NAZA yang asli, dengan mencantumkan Abraham dan Szor sebagai sutradara serta menyertakan daftar festival film tempat dokumenter tersebut akan ditayangkan.
"Direkam pada malam hari di atas atap bangunan di Tel Aviv, film ini mengungkap secara rinci sistem di balik pembunuhan massal teroris yang terencana oleh Israel di Gaza," demikian bunyi keterangan di situs tersebut, yang memelintir sinopsis resmi film aslinya dengan menghilangkan penyebutan mengenai kematian warga sipil Palestina.
Kalimat tersebut lalu dihapus dari pembaruan terkini situs web itu, setelah video berjudul 'NAZA: The Real Story' ditambahkan ke halaman tersebut.
Militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan telah menyebutnya sebagai genosida. Demikian melansir The Guardian, Senin (19/10/2026).
Jadi, hati-hatilah dengan film NAZA: The Real Story yang beredar di media sosial, itu adalah propaganda Israel. Film NAZA yang asli saat ini hanya beredar di bioskop saja, seperti yang sedang tayang di beberapa bioskop di Indonesia.