NADIKABAR.COM — Pemerintah membuka opsi menambah subsidi untuk mengendalikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Subsidi yang dipertimbangkan tersebut mencakup listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga angkutan udara.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan barang dan jasa selama libur akhir tahun.

Mobilitas masyarakat yang meningkat berpotensi mendorong kenaikan harga dan dapat memengaruhi inflasi.

"Karena baseline (harga) di bulan Desember itu relatif cukup tinggi, maka perlu ada semacam subsidi," ujar Tito usai Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (26/10).

Ia menyebut subsidi listrik menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan pemerintah. Menurutnya, kebijakan serupa pernah dilakukan sebelumnya dan berdampak terhadap deflasi.