"Di antaranya adalah mungkin subsidi listrik ya, 1.200 watt, itu pernah kita lakukan, dan itu langsung deflasi," ujarnya.

Selain listrik, Tito juga turut mengusulkan subsidi BBM dengan kemungkinan menambah pasokan.

Pemerintah juga mempertimbangkan subsidi angkutan udara karena tarif penerbangan dinilai menjadi salah satu penyumbang kenaikan inflasi.

Tito juga meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, berkoordinasi dengan maskapai agar tidak menetapkan tarif pada level tertinggi saat permintaan perjalanan meningkat selama libur Nataru.

Menurut Tito, kenaikan jumlah penumpang seharusnya tetap dapat memberikan keuntungan bagi maskapai tanpa harus memaksimalkan maupun menaikkan tarif.