NADIKABAR.COM — PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo melaporkan secara konsolidasi mencatatkan volume penjaminan hingga September 2026 sebesar Rp 271,20 triliun, dengan jumlah terjamin mencapai 2,97 juta usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKM-K) dan dukungan terhadap 9,46 juta tenaga kerja.
Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengungkapkan sejalan dengan capaian tersebut Persero juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 1,1 triliun. Menurutnya kinerja tersebut mencerminkan strategi bisnis yang adaptif, pengelolaan risiko yang kuat, serta optimalisasi peluang pertumbuhan secara terukur.
"Bagi Jamkrindo, menjaga kinerja bukan semata-mata tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut memiliki fondasi yang kuat dan memberikan manfaat jangka panjang," ujar Abdul Bari di sela-sela kegiatan Pemimpin Redaksi Gathering Jamkrindo di Semarang, Jumat (23/10/2026).
"Kami terus memperkuat kapasitas perusahaan, meningkatkan kualitas pengelolaan risiko, serta mengoptimalkan peluang bisnis agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi UMKM dan perekonomian nasional," tambahnya.