Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra menegaskan edukasi dan literasi keuangan merupakan salah satu tugas OJK. Karena itu, pihaknya berupaya menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Bonny, pemilihan Desa Luk Panenteng sebagai lokasi kegiatan juga berkaitan dengan program Desa EKI yang telah diinisiasi OJK Provinsi Sulawesi Tengah sejak 2023.

"Khusus di Kabupaten Banggai Kepulauan ini, kami sudah pernah bikin Desa EKI. Karena itu, kami ingin memperdalam dan meyakinkan bahwa edukasi kami bisa bermanfaat. Kami juga perlu menganalisa dan mengevaluasi kembali kegiatan yang pernah dilakukan," paparnya.

Bonny menjelaskan Desa EKI menjadi percontohan untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif di tingkat desa. OJK mendorong agar masyarakat desa dapat memperoleh akses layanan keuangan yang lebih dekat, baik melalui perbankan maupun agen Laku Pandai.

"Desa EKI ini sebenarnya percontohan. Kami inginnya semua desa ada ekosistem yang inklusif. Jadi di desa paling tidak ada bank, atau minimal agen-agen Laku Pandai. Dengan begitu, masyarakat tidak usah harus ke kota hanya untuk ambil uang cash, atau mau transfer harus berjalan puluhan kilometer," imbuhnya.

Libatkan Duta Literasi OJK Media Massa

Bonny mengatakan peningkatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Menurutnya, masyarakat di Sulawesi Tengah secara umum telah menggunakan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi pemahaman terhadap produk tersebut masih perlu diperkuat.

"Secara umum dari data literasi dan inklusi keuangan, di Sulawesi Tengah, itu literasi keuangannya cukup rendah. Mayoritas masyarakat itu sebenarnya menggunakan produk jasa keuangan, tapi kurang literasinya atau ilmunya," jelas Bonny.