Karena itu, OJK bersama pemerintah daerah terus mendorong peningkatan literasi sekaligus memperluas akses masyarakat melalui pengembangan Desa EKI. Program tersebut diharapkan dapat mendekatkan layanan keuangan dengan masyarakat desa sehingga kebutuhan transaksi dan akses terhadap layanan keuangan dapat terpenuhi dengan lebih mudah.

Dalam memperluas edukasi keuangan, OJK juga melibatkan Duta Literasi Media Massa untuk membantu menyampaikan informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat.

Duta Literasi Media Massa OJK, Asmarandani Heryadi Putri, mengatakan literasi keuangan berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari menabung untuk pendidikan, meminjam uang, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Keuangan itu satu hal yang tidak akan pernah lepas dalam keseharian masyarakat. Mulai dari menabung untuk pendidikan, meminjam uang, hingga membeli sesuatu, semuanya berkaitan dengan keuangan," jelas Dani.

Dani berharap edukasi keuangan yang dilakukan OJK dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai sehingga pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebagai Duta Literasi Media Massa OJK, saya berharap edukasi literasi keuangan tidak berhenti sampai saya pulang ke tempat asal. Edukasi ini harus terus berlanjut dan berkesinambungan. Pengetahuan tentang literasi keuangan harus berubah menjadi kebiasaan," pungkasnya.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, OJK terus mendorong penguatan literasi dan akses keuangan masyarakat Banggai Kepulauan. Pengembangan Desa EKI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan inklusif yang semakin dekat dengan masyarakat di wilayah 3T.