"Saya akan hati-hati sekali. Tapi kalau impact-nya negatif ya buat apa saya naikin? 'Kan kayak sekarang, dalam setahun terakhir 'kan nggak ada kenaikan apa-apa 'kan? Tapi pertumbuhannya (penerimaan pajak) bisa hampir 30%. Jadi itu cukup. Perbaikan cara kita mengumpulkan pajak bisa juga menaikkan pendapatan kita secara signifikan," bebernya lanjut.

Dia memaparkan sejumlah evaluasi dan cara kerja yang lebih efisien di internalnya terbukti bisa mendongkrak pertumbuhan penerimaan hingga 30%. Purbaya mencontohkan, sejumlah ekspos dan sidak yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menandakan perbaikan di lembaga tersebut.

"Sekarang hampir 30% pertumbuhan pajak kita. Jadi, ada perbaikan di sana yang cukup signifikan dan artinya perbaikan yang bisa dilakukan, karena itu belum sempurna. Saya akan perbaiki lagi ke depan. (Perbaikannya) sudah 50% lah," ungkap Purbaya.

"Ke depan harusnya akan lebih baik lagi. Kalau Anda lihat bea cukai tuh, sekarang 'kan lumayan aktif tuh. Tiap beberapa hari sekali, ada ekspos penyelundupan emas, penyelundupan apa lagi. Ada beberapa lagi di Batam tuh narkoba sekian ton. Jadi, sekarang kita lebih aktif dibanding sebelum-sebelumnya," kata dia melanjutkan.

Ia menduga, dengan sejumlah perbaikan yang dilakukan, bisa mendongkrak penerimaan negara dua kali lipat dari sisi perpajakan, meskipun belum terlalu signifikan.