Wahana pendarat tersebut hanya akan menghabiskan waktu dua jam di Phobos untuk mengebor dan menyedot material, sebelum meluncur meninggalkan orbit Mars pada November 2030.

"Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Kami adalah bagian dari misi pengembalian sampel pertama dari sistem Mars," ujar Kepala Rover Badan Antariksa Jerman, Markus Grebenstein.

Ilmuwan berharap sampel ini akan membantu memastikan bagaimana Phobos dan Deimos terbentuk, serta menawarkan petunjuk asal-usul kehidupan. Temuan MMX juga akan membantu merancang misi masa depan ke Mars.

AS dan China tengah berlomba untuk menjadi yang pertama memulangkan sampel batuan Mars. Rover Perseverance milik NASA, yang telah menjelajahi Mars sejak 2021, sudah mengumpulkan sampel, namun misi pengembaliannya ke Bumi dihentikan pemerintahan Trump setelah pemungutan suara di kongres bulan Januari tahun ini.

Sementara wahana antariksa Tianwen-3 milik China dijadwalkan meluncur sekitar tahun 2028 dan dapat membawa kembali sampel dari Mars paling cepat pada tahun 2031, berpotensi mendahului kembalinya misi Jepang.