Fenomena panic buying justru akan menimbulkan dampak bagi rantai pasok energi. Proses pemulihan atau recovery stock di lapangan membutuhkan rentetan penanganan yang panjang.
"Bayangkan kalau normalnya cuma 100 ya dianggap aja misalnya kita angkat 100 karena ada panic buying itu bisa 110-120, menambah 10-20 itu nggak gampang, mungkin nggak apa-apa cuman nambah 10-20 aja tapi rentetannya panjang sekali," terang eko.
Eko menjelaskan lonjakan permintaan imbas panic buying tidak bisa langsung diatasi dalam waktu singkat. Proses pemulihan stok memerlukan waktu minimal satu minggu jika kondisi stok aman, atau setidaknya 3 hingga 4 hari pada kondisi normal.
Rantai pasok yang harus disiapkan saat terjadi lonjakan cukup panjang. Mulai dari peningkatan produksi di kilang, opsi impor jika pasokan kurang, armada kapal tambahan oleh tim distribusi untuk mengirim ke berbagai terminal, hingga penambahan armada mobil tangki di berbagai daerah.