NADIKABAR.COM — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan menyatakan strategi komunikasi pemerintah di bawah kepemimpinannya mengutamakan mendengar suara rakyat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi bukan kita lebih banyak mendiseminasi, ya, tapi kita lebih banyak ingin mengetahui," kata Syahganda dalam konferensi pers di kantor Bakom RI Jakarta, Selasa.

Syahganda menyebut pendekatan Bakom yang dipimpin pendahulunya, Muhammad Qodari, menggunakan strategi ofensif seperti striker. Menurut Syahganda, jika strategi sebelumnya disebut lebih striking, Bakom kini memilih menjemput bola untuk mendengar.

"Jadi strategi kita adalah strategi mendengar," ujarnya. Ia menyebut strategi itu disepakati bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono.

Syahganda mengatakan arahan itu ia terima saat dirinya dan Fadli dipanggil Presiden ke Hambalang. Presiden ingin menjadikan Bakom sebagai lembaga untuk mendengarkan suara rakyat dari tingkatan paling bawah.

Ia menuturkan Presiden pada tahun kedua pemerintahan ini ingin mengetahui hasil pikiran dan kerjanya selama ini. Dalam pertemuan Kepala dan Wakil Kepala Bakom dengan Prabowo di kediamannya, Hambalang, Minggu (4/10), Presiden menyampaikan akan mempercepat proyek di bidang teknologi, militer, pembangunan perguruan tinggi baru, subsidi, dan swasembada.

Bakom diminta agar membuat pikiran dan tindakan Presiden mudah dipahami masyarakat serta mendapat umpan balik. Untuk itu Bakom akan membuat jejaring ke seluruh jajaran pemerintah sampai ke bawah, lalu meneruskan umpan balik tersebut kepada kementerian dan lembaga di pusat maupun daerah.

Presiden juga meminta Bakom menjadi orkestrator berbagai instrumen pemerintah, baik instansi vertikal dan horizontal maupun lembaga otonom hingga desa. Semua pihak yang memiliki humas, kata Syahganda, harus berkolaborasi sesuai tugas Bakom yang diatur dalam peraturan presiden.

Syahganda menilai Bakom sudah melewati fase embrio. Lembaga yang semula bernama Kantor Komunikasi Pemerintah itu kini memiliki kantor, jaringan humas dan staf khusus pemerintah bidang media, perangkat seperti big data, serta pertemuan rutin dengan wartawan setiap Rabu. Ia yakin pemerintah dapat mengoptimalkan hal tersebut.

Fadli Tri Hartono menambahkan Presiden menekankan penggunaan bahasa yang mudah dipahami agar menjangkau masyarakat seluas-luasnya. Menurut dia, Bakom juga diminta aktif mendengarkan usulan, masukan, keluhan, bahkan kritik masyarakat untuk diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait serta kepada Presiden.