Disampaikannya bahwa konektivitas internet telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis UMKM, mulai dari pemasaran hingga menjalankan operasional usaha. Karena itu, keberadaan jaringan telekomunikasi yang andal turut berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Jartatel juga mendorong anggotanya melakukan langkah preventif dalam penataan kabel. Menurut asosiasi, proses tersebut perlu dilakukan bersama agar hak masyarakat untuk mendapatkan layanan internet tetap terlindungi dan kegiatan bisnis pelaku industri tidak terganggu.
Salah satu skema yang ditawarkan adalah pembentukan konsorsium antar-pelaku usaha. Melalui pola tersebut, biaya penataan kabel dapat ditanggung secara bersama sehingga diharapkan menjadi lebih terjangkau.
"Sehingga bisnis dan pemerintah bisa berjalan harmonis dan pemerintah secara tidak langsung mendukung perusahaan lokal ini untuk semakin berkembang dengan investasi di tempat atau kota sendiri," kata Raymond.
Jartatel berharap pemerintah daerah membuka ruang komunikasi dua arah dengan pelaku usaha telekomunikasi sebelum melakukan penataan infrastruktur jaringan.
Raymond menilai dialog diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul di lapangan, mulai dari aspek komersial, administrasi, hingga teknis.