Persidangan yang berlangsung di Santa Fe selama dua minggu tersebut berpusat pada tuduhan bahwa Facebook, platform milik Meta, menyesatkan pengguna terkait kebocoran data pengguna yang terungkap di skandal Cambridge Analytica.
Skandal yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2018 ini melibatkan seorang data scientist yang mengembangkan aplikasi survei yang mengumpulkan data jutaan pengguna Facebook dan temannya, dengan total 87 juta profil.
Data tersebut dijual kepada Cambridge Analytica, perusahaan konsultan politik, untuk keperluan iklan yang ditargetkan secara khusus. Salah satu klien Cambridge Analytica adalah tim kampanye Donald Trump pada pemilihan umum Amerika Serikat pada tahun 2016.
Juri berpihak pada pihak penuntut, menyatakan bahwa Facebook memberikan pernyataan menyesatkan terkait perlindungan data pengguna yang berdampak pada penduduk New Mexico yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa.